Search This Blog

Sunday, June 3, 2012

SETELAN KARBURATOR

Setelan
angin karburator SW (Airscrew SW):
1. Setelan 1 putaran keluar (dari posisi
mentok airscrew SW)= busi basah pertanda
kebanyakan BBM Supply, efeknya mbrebet
pada kecepatan rendah dan idlenya dan
boroos BBM , tapi untuk kecepatan tinggi
enak dan enteng, mesin dingin.
2. Setelan 1 1/4 s/d 1 1/2 putaran keluar =
busi merah bata, langsam Ok, kecepatan
rendah, sedang dan tinggi Ok.BBM Standar
+/- 1:30 km.
3. Setelan 1 3/4 putaran keluar = busi agak
hitam/arang, mesin agak panas, tarikan
agak ngeden-langsam masih lumayan, 1
minggu sekali busi musti dibersihkan dari
arang tsb (kalo tidak....pasti mogok), BBM
cukup irit +/- 1:37 km,
4. Setelan 2 putaran keluar = busi hitam
pekat, mesin panas, tarikan ngeden cukup
berat, langsam normal di RPM 1800-kalo di
RPM 1600 ngempos tenaga, BBM irit +/-
1:40 km, pembersihan busi 3 hari sekali.
5. Setelan 2 1/4 sampai 2 1/2 = busi hitam
pekat kering, tarikan ngeden berat, RPM
2000, BBM irit +/- 1:45 km, mesin
panaaas,langsam tersendat-sendat-suka
mati sendiri.suka nembak-nembak kalau
lepas gas.
6. Setelan > 2 1/2 = tidak dianjurkan/not
recomended
Kesimpulannya :
1 Setelan normal SW ada pada 1 1/4 s/d 1
1/2 putaran keluar airscrew SW. (Tapi itu
bukan patokan pastinya)
2. Setelah disetel airsrewnya, lepaskan busi
untuk melihat kepala businya (merah bata
tanpa arang=pas); (hitam
basah=kekurangan supply udara-putaran
keluar); (Hitam Kering = Kelebihan putaran
airscrew).