Berikut cara menyetel Karburator
1. Nyalakan mesin gas sampe RPM
mentok.
2. Sambil gas di buka sedikit untuk
menjaga mesin tetap hidup.
3. Putar baut kanan searah jarum
jam sampe mentok, ini berarti
"supply udara dikurangi".
4. Pelan2 putar sekrup kekiri
berlawanan arah jarum jam, ini
berarti "supply udara
ditambahkan".
5. Gas dipertahan kan supaya
mesin tetap hidup, putar tiap
setengah putaran sekrup
berlawanan arah jarum jam dan
gas di betot pelan2.
6. Saat gas dibetot total mesin
tidak mbrebet, maka setelan anda
sudah pas.
7. Betot & tarik2 gas sampe
maksimum untuk mengetahui
apakah masih terjadi brebet di
RPM tertentu,
8. Jika terdapat mbrebet berarti
setelan udara terlalu minim maka
"tambahkan supply udara".
9. Jika mesin mati saat di betot
gasnya berarti setelan udara
terlalu banyak, maka "kurangi
supply udara".
Search This Blog
Sunday, June 3, 2012
SETELAN KARBURATOR
Setelan
angin karburator SW (Airscrew SW):
1. Setelan 1 putaran keluar (dari posisi
mentok airscrew SW)= busi basah pertanda
kebanyakan BBM Supply, efeknya mbrebet
pada kecepatan rendah dan idlenya dan
boroos BBM , tapi untuk kecepatan tinggi
enak dan enteng, mesin dingin.
2. Setelan 1 1/4 s/d 1 1/2 putaran keluar =
busi merah bata, langsam Ok, kecepatan
rendah, sedang dan tinggi Ok.BBM Standar
+/- 1:30 km.
3. Setelan 1 3/4 putaran keluar = busi agak
hitam/arang, mesin agak panas, tarikan
agak ngeden-langsam masih lumayan, 1
minggu sekali busi musti dibersihkan dari
arang tsb (kalo tidak....pasti mogok), BBM
cukup irit +/- 1:37 km,
4. Setelan 2 putaran keluar = busi hitam
pekat, mesin panas, tarikan ngeden cukup
berat, langsam normal di RPM 1800-kalo di
RPM 1600 ngempos tenaga, BBM irit +/-
1:40 km, pembersihan busi 3 hari sekali.
5. Setelan 2 1/4 sampai 2 1/2 = busi hitam
pekat kering, tarikan ngeden berat, RPM
2000, BBM irit +/- 1:45 km, mesin
panaaas,langsam tersendat-sendat-suka
mati sendiri.suka nembak-nembak kalau
lepas gas.
6. Setelan > 2 1/2 = tidak dianjurkan/not
recomended
Kesimpulannya :
1 Setelan normal SW ada pada 1 1/4 s/d 1
1/2 putaran keluar airscrew SW. (Tapi itu
bukan patokan pastinya)
2. Setelah disetel airsrewnya, lepaskan busi
untuk melihat kepala businya (merah bata
tanpa arang=pas); (hitam
basah=kekurangan supply udara-putaran
keluar); (Hitam Kering = Kelebihan putaran
airscrew).
angin karburator SW (Airscrew SW):
1. Setelan 1 putaran keluar (dari posisi
mentok airscrew SW)= busi basah pertanda
kebanyakan BBM Supply, efeknya mbrebet
pada kecepatan rendah dan idlenya dan
boroos BBM , tapi untuk kecepatan tinggi
enak dan enteng, mesin dingin.
2. Setelan 1 1/4 s/d 1 1/2 putaran keluar =
busi merah bata, langsam Ok, kecepatan
rendah, sedang dan tinggi Ok.BBM Standar
+/- 1:30 km.
3. Setelan 1 3/4 putaran keluar = busi agak
hitam/arang, mesin agak panas, tarikan
agak ngeden-langsam masih lumayan, 1
minggu sekali busi musti dibersihkan dari
arang tsb (kalo tidak....pasti mogok), BBM
cukup irit +/- 1:37 km,
4. Setelan 2 putaran keluar = busi hitam
pekat, mesin panas, tarikan ngeden cukup
berat, langsam normal di RPM 1800-kalo di
RPM 1600 ngempos tenaga, BBM irit +/-
1:40 km, pembersihan busi 3 hari sekali.
5. Setelan 2 1/4 sampai 2 1/2 = busi hitam
pekat kering, tarikan ngeden berat, RPM
2000, BBM irit +/- 1:45 km, mesin
panaaas,langsam tersendat-sendat-suka
mati sendiri.suka nembak-nembak kalau
lepas gas.
6. Setelan > 2 1/2 = tidak dianjurkan/not
recomended
Kesimpulannya :
1 Setelan normal SW ada pada 1 1/4 s/d 1
1/2 putaran keluar airscrew SW. (Tapi itu
bukan patokan pastinya)
2. Setelah disetel airsrewnya, lepaskan busi
untuk melihat kepala businya (merah bata
tanpa arang=pas); (hitam
basah=kekurangan supply udara-putaran
keluar); (Hitam Kering = Kelebihan putaran
airscrew).